Saat ini sedang ramai diperbincangkan pengembangan kota yang memanfaatkan kawasan transit transportasi publik. Ya, itulah transit-oriented developement, Jakarta sendiri beberapa tahun belakangan sedang merencanakan pengembangan kota berwawasan TOD ini.

Tujuan Transit Oriented Developement

Konsep TOD ini pada mulanya diaplikasikan di kota-kota besar mancanegara seperti; Amerika Serikat, Eropa, Tokyo, Hongkong dan juga Singapura.

Tujuan dari TOD ini adalah mengoptimalkan penggunaan moda transportasi umum dan menekan penggunaan kendaraan pribadi. Kota-kota besar yang menerapkan konsep ini berhasil mengurangi angka kemacetan.

TOD dan Kawasan Urban

Penerapan konsep Transit-oriented development (TOD) secara menyeluruh akan mengembangkan sebuah kawasan urban yang dekat dengan sarana transportasi umum. Kawasan bisnis, hunian bahkan tempat hiburan bisa tersambung dengan menggunakan transportasi publik.

Oleh karenanya konsep seperti ini sangat cocok diterapkan pada perkotaan untuk mengurangi kemacetan. Jadi tidak hanya penyediaan sarana transportasinya saja, tempat tinggal penduduk pun dirancang berdekatan dengan pemberhentian (transit) dari moda transportasi umum.

Konsep TOD pada Perumnas

Saat inipun Perumnas banyak mengembangkan hunian yang lokasinya persis nempel dengan stasiun kereta. Dengan pengembangan hunian high-residential (apartemen), diharapkan bisa menjangkau kelas pekerja yang setiap hari bekerja bolak-balik ke Jakarta, dibanding harus membeli rumah tapak yang harganya bisa tidak terjangkau.

BSD City Mengembangkan TOD

Tidak hanya stasiun kereta, transit-oriented developement juga bisa mengembangkan kawasan terpadu (mix-used developement) di stasiun LRT atau pemberhentian bus. Karena bertujuan untuk mengurangi kendaraan pribadi, makanya kawasan TOD ini sudah semestinya bisa ramah terhadap pejalan kaki.

Seperti diberitakan Kompas belum lama ini, Sinarmas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk. memulai kerja sama dengan Mitbana Pte Ltd, perusahaan patungan antara Surbana Jurong dan Mitsubishi Corporation. Mereka membangun hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) berkonsep smart seluas 100 hektar di BSD City, Serpong.

Group Chief Executive Officer Sinarmas Land Michael Widjaja menyambut baik kerja sama dengan Mitbana untuk memajukan BSD City menjadi kota pintar yang terintegrasi, terhubung, dan mudah diakses dari berbagai destinasi. Dengan kerja sama ini, Mitbana akan menjadi mitra pengembang terbesar Sinarmas Land di BSD City.

TOD Meningkatkan Kualitas Hidup

Transit Oriented Developement hadir karena semakin meningkatnya kemacetan di kota-kota besar. Banyak sekali permasalahan yang akan ditimbulkan dari kemacetan ini. Terutama dari pemborosan energi dan waktu apabila terjebak dalam kemacetan.

Keinginan yang kuat dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dengan tidak mau berlama macet-macetan di jalan, akan tetapi waktu yang berharga itu bisa digunakan bersama keluarga, menjadikan konsep TOD ini bisa disambut baik oleh masyarakat urban. Selain itu, adanya TOD juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dengan berjalan kaki.

Cari rumah yang dekat dengan stasiun maupun yang berwawasan transit-oriented developement bisa cek di RumaHits.com.