Sejak mewabahnya Virus Corona, rumah tak lagi berfungsi hanya sebagai tempat tinggal. Apalagi semenjak diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang aturannya tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020.


Melansir Tirto.id, PSBB adalah pembatasan sosial yang dilakukan meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Penerapan PSBB

PSBB Jakarta dan kota-kota disekitarnya sudah dimulai sejak tanggal 10 April 2020, walaupun beberapa waktu lalu sempat dilonggarkan (new normal) akan tetapi masih banyak kegiatan bisnis, sekolah dan tempat hiburan yang masih belum boleh buka dikarenakan angka penularan yang masih cukup tinggi.

Praktis sampai dengan saat ini, banyak kegiatan yang masih berfokus di rumah. Sekolah anak pun masih dilakukan secara daring. Selain beberapa sektor vital seperti makanan dan kesehatan, sektor lain diharuskan tetap bekerja di rumah. Oleh karenanya rancangan rumah kedepan pun pasti akan mengikuti kebiasaan baru ini.

Rancangan Rumah Pasca Pandemi

Seperti apa rumah sehat pasca pandemi? Berikut beberapa yang bisa dirangkum oleh RumaHits.

Konsep Rumah Sehat

Rumah tidak hanya sebagai tempat berteduh dan beristirahat, tapi juga sebagai tempat berkumpul bersama orang-orang tersayang. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang, intensitas berkumpul bersama anggota keluarga menjadi semakin tinggi. Tentu saja, rumah yang ditempati harus bisa menekan tingkat penyebaran virus. Oleh karenanya beberapa hal ini bisa diterapkan;

  • Adanya pertukaran udara yang baik dengan memiliki ventilasi dan jendela yang cukup sehingga sirkulasi udara bisa merata, dan tidak ada ruangan yang pengap,
  • Mendapatkan sinar matahari langsung atau pencahayaan alami, dan
  • Adanya area terbuka hijau untuk relaksasi maupun aktifitas berolahraga untuk penghuninya.

Ramah Lingkungan

Cirinya rumah ramah lingkungan harus bisa menghemat penggunaan energi, terutama listrik dan air. Begitupun dengan pengolahan sampah, sebisa mungkin menggunakan barang-barang organik dan recycle.

Intensitas yang padat di rumah, tentunya sangat menjadi potensi pembengkakan penggunaan energi dan penumpukan sampah. Hal itu bisa dilakukan dengan menerapkan rumah sehat yang memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mengurangi penggunaan Air Conditioner dan semaksimal mungkin bisa menggunakan cahaya alami di siang hari.

Menunjang Segala Aktifitas di Rumah

Tentu saja kita menginginkan aktifitas bekerja di rumah yang nyaman dan tidak ada gangguan. Begitupun dengan anak, mereka bisa belajar dengan nyaman dan lebih konsentrasi. Hal itu bisa dilakukan dengan adanya ruangan khusus belajar dan bekerja di rumah. Tentu saja dengan memperhatikan kebutuhan ini, kedepannya rancangan rumah pun akan lebih memperbanyak ruangan untuk mendukung aktifitas.

Area Terbuka Berkonsep Alfresco

Alfresco berasal dari bahasa Italia yang artinya di luar ruangan. Rumah berkonsep alfresco pasti memiliki balkon, teras ataupun taman yang bisa difungsikan sebagai tempat bersantai minum kopi atau sekedar menghilangkan kejenuhan didalam rumah. Bisa juga melakukan aktifitas bersama anggota keluarga.

Konsep rumah seperti ini, sudah banyak diterapkan di Indonesia seperti yang dilakukan pengembang Sinarmas Land untuk cluster hunian di Caelus Greenwich Park dan banyak juga pada cluster yang lain.

Ada yang menarik di cluster terbarunya Sinarmas Land, dengan mengakomodir rancangan rumah pasca pandemi, salah satunya dengan menerapkan fitur smart healthy  berupa area untuk mensterilkan diri para penghuni sebelum masuk ke ruangan utama. Rumah seperti ini ada di Cluster Impresahaus BSD City.