Cara Agar Ajuan KPR Disetujui

Sayang banget kan, gara-gara kurang memahami prosedur dalam proses KPR, uang booking fee jadi hangus karena ajuan KPR tidak approve. Apa saja sih hal-hal yang sangat mempengaruhi proses pengajuan KPR? Rumahits coba rangkum kedalam 3 permasalahan yang sering ditemui..

1. BI Checking

BI Checking adalalah istilah untuk output yang dihasilkan dari Sistem Informasi Debitur (SID) sebutan resminya IDI Historis.

IDI Historis menampilkan info seputar riwayat pembayaran kredit debitur yang dilakukan dalam waktu 2 tahun terakhir.

Informasi ini didapat dari data pribadi debitur (KTP dan NPWP). Apabila sudah menikah data pribadi pasangan harus dilampirkan juga. Keduanya harus mempunyai catatan IDI Historis yang baik, bila ingin pengajuan KPR-nya berjalan mulus.

Dalam catatan IDI Historis menampilkan performa kredit yang diukur dengan kolektabilitas 1 sd. 5

  • Kolektabilitas 1 (kredit lancar) Debitur tepat waktu dalam membayar setiap kewajibannya.
  • Kolektabilitas 2 (kredit DPK) Artinya Dalam Perhatian Khusus. Debitur telat membayar kewajibannya 1-2 bulan.
  • Kolektabilitas 3 (kredit tidak lancar) Ada riwayat kredit dengan mutasi tidak lancar dalam kurun 3 – 6 bulan.
  • Kolektabilitas 4 (kredit diragukan) Seperti kategori 3, ada riwayat yang telah jatuh tempo dan belum diselesaikan/ menunggak.
  • Kolektabilitas 5 (kredit macet) Kedit sudah beresiko tidak dibayarkan lagi.

Nah, untuk proses pengajuan KPR performa kredit harus memiliki kolektabilitas 1, hanya pada kondisi tertentu saja pihak bank menerima toleransi untuk kolektabilitas 2.

2. Punya penghasilan yang cukup untuk membayar cicilan

Menilai kemampuan debitur dalam membayar cicilan, pihak bank menganalisanya dari sumber penghasilan.

Ada 3 kategori pekerjaan yang bisa dijadikan rujukan sumber penghasilan oleh pihak bank.

  • Karyawan; sumber penghasilan tercermin pada slip gaji, mutasi rekening tabungan.
  • Wirausaha; sumber penghasilan bisa dilihat dari pembukuan usaha dan mutasi debet-kredit pada rekening koran
  • Profesional; yang masuk dalam jenis pekerjaan ini adalah yang diasumsikan memiliki sumber penghasilan tidak tetap/ rutin setiap bulannya. Makanya selain rekening tabungan, untuk menghitung penghasilan rata-rata dimintakan SPT tahunan sebagai lampiran tambahan.

Patut untuk diketahui, semua penghasilan yang dihitung oleh pihak bank adalah penghasilan yang tercermin mutasi debit – kreditnya di rekening tabungan, atau istilahnya bankable.

sedangkan yang diluar itu, walaupun bisa lebih besar perputarannya dari yang tertera di rekening tidak akan dihitung.

Bagaimana cara menghitung besaran cicilan yang ideal?

Besarnya cicilan yang ideal adalah 30% dari penghasilan. Tapi terkadang ada juga bank yang memberikan toleransi hingga 50% dari penghasilan, tergantung dari besar penghasilan dan biaya hidup yang dikeluarkan setiap bulannya.

3. Harus mengikuti Ketetapan Bank Indonesia

Disini hanya diambil beberapa contoh saja mengenai ketetapan yang sering ditemui pada saat pengajuan KPR.

Perhitungan Loan To Value (LTV)

Bank Indonesia mengatur besaran uang muka yang harus dibayarkan oleh pembeli rumah dan besaran plafond kredit yang bisa dicover oleh bank (loan to value). LTV akan semakin turun 5% untuk pengajuan KPR kedua dan seterusnya.

Pasangan Seorang WNA

Ini sudah pasti ngga bisa ya, kecuali ada Surat Pisah Harta yang disahkan oleh Capil sebelum tanggal pernikahan.

Lalu pertanyaannya? Bila dari ketiga poin diatas ada beberapa yang tidak bisa dipenuhi, opsi apa yang harus ditempuh:

  • Coba untuk pengajuan KPR ke beberapa bank, biasanya untuk analisa besaran plafond kredit bisa berbeda-beda. Tapi kalo BI Cheking, ada beberapa bank yang masih mau terima kolektabilitas 2, tentunya dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.
  • Cara selanjutnya mungkin bisa mencoba negosiasi dengan pemilik rumah ataupun developer mengenai cara bayar lain, tentunya yang tanpa melalui bank.

Demikianlah usaha yang diperlukan dalam pengajuan KPR, semoga bermfaat. Apabila ada yang mau menambahkan boleh ditulis di kolom komentar ya, atau ada yang mau berbagi pengalaman dipersilahkan.

Oh iya coba cek rumah dan apartemen dengan kisaran harga mulai dari 600 jutaan di RumaHits.com, siapa tau ketemu jodohnya.

 

Tinggalkan Balasan