Biaya Yang Dikeluarkan Pada Saat KPR

Sebelumnya pernah dibahas mengenai bagaimana agar pengajuan KPR bisa disetujui. (Baca: Cara Agar Ajuan KPR Disetujui)

Hal ini pun tidak kalah penting, yaitu mempersiapkan biaya-biayanya. Sebab, walaupun KPR disetujui, tidak akan terjadi akad kredit bila biaya-biayanya belum diselesaikan. Apa saja biaya-biaya yang muncul pada saat proses KPR? Silahkan disimak..

Membayar Uang Muka

Ketentuan mengenai besaran uang muka KPR sendiri telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016, jadi tidak bisa sesuka hati ya..

Terutama mengenai perbedaan besar pinjaman yang diberikan pada rumah pertama, kedua dan selanjutnya. Kalau pada rumah pertama bank bisa memberikan kredit hingga 85% dari nilai transaksi, maka untuk rumah kedua turun jadi 80%, begitupun selanjutnya akan berkurang 5%.

Walaupun demikian, ada pengecualian untuk rumah KPR bersubsidi ataupun developer yang sudah bekerjasama, DP rumahnya bisa 5% atau bahkan ada yang 0%.

Membayar BPHTB

Untuk besaran BPHTB ini juga sudah diatur ya, kita tinggal hitung aja tidak ada tawar-menawar, hehe..

BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan biasanya disebut sebagai pajak pembeli.

Besaran BPHTB adalah 5% dari Nilai Pokok Objek Pajak (NPOP) dikurang Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Besar NPOPTKP tiap daerah berbeda, misalnya untuk tangerang besarannya 60 juta.

BPHTB = 5% x (NPOP – NPOPTKP)

Membayar Biaya KPR

Yang dimaksud biaya KPR disini adalah biaya yang dikeluarkan debitur yang dibayarkan ke pihak bank. Besaran biaya ini berbeda-beda setiap bank, untuk acuan saja besarnya dikisaran 3% sd. 5% dari plafond kredit. Untuk apa saja biaya itu?

  • Biaya Provisi : adalah biaya yang dibebankan kepada debitur sebagai biaya administrasi pengurusan KPR. Biasanya biaya ini 1% dari plafond kredit.
  • Asuransi : asuransi ini mencakup jiwa dan kebakaran, dan mendapat porsi paling besar dari biaya yang dikeluarkan.

Biaya Notaris

Biasanya, pihak bank atau pihak developer telah bekerja sama dengan notaris pilihan yang akan ditunjuk untuk mengurusi dokumen-dokumen yang berhubungan dengan proses jual-beli.

Besaran biaya notaris ini tidak ada patokannya ya, karena setiap notaris punya tarif masing-masing. Jadi kamu bisa saja menegosiasikan biaya yang harus dikeluarkan agar lebih murah.

Demikian untuk biaya-biaya yang dikeluarkan apabila membeli rumah dengan cara bayar KPR. Jadi semisal membeli rumah dengan harga 1 milyar, biaya yang dikeluarkan selain DP dan harus membayar BPHTB maka total biaya yang harus dibayarkan kurang lebih 80 jutaan.

Oh ya temukan rumah-rumah dengan developer ternama dan cara bayar beragam di RumaHits.com, siapa tau ada juga yang DP nya bisa 0%..

Tinggalkan Balasan