Ada yang bertanya, bagaimana cara mengetahui skor kredit dan apa yang harus dilakukan bila ternyata skor kredit buruk dan ingin pengajuan KPR?

Beberapa waktu lalu, pernah dibahas mengenai Cara Agar Ajuan KPR Disetujui, salah satu syaratnya agar KPR bisa disetujui adalah memiliki Historical Credit yang baik.

Historical Credit atau BI Checking

Seperti apa historical credit yang baik itu? Historical credit atau biasa disebut BI Checking adalalah istilah untuk output yang dihasilkan dari Sistem Informasi Debitur (SID) sebutan resminya IDI Historis.

Dalam IDI historis menampilkan data soal historis pembayaran yang dilakukan dalam 24 bulan terakhir. Selain itu ditampilkan juga skor kredit (kolektibilitas) yang diwakili dengan 1 (baik) sampai dengan kolektibilitas 5 (kredit macet).

Nah, untuk pengajuan KPR tidak ada toleransi untuk kolektibilitas ini, harus kolektibilitas 1 selama 24 bulan terakhir ini. Hanya ada beberapa bank saja yang bisa mentolerir kolektibilitas 2, tentunya dengan beberapa syarat tambahan.

Cara BI Checking Sendiri

Lantas, dimana kita bisa mengetahui IDI Historis, dan bagaimana caranya? BI checking yang awalnya diurus oleh BI kini telah sepenuhnya dialihkan ke OJK melalui Surat Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan semuanya bisa dilakukan secara online. Apa saja yang harus dilakukan

  1. Buka halaman https://konsumen.ojk.go.id/minisitedplk/registrasi untuk melakukan pendaftaran dan memilih antrian. Jika kuota pada tanggal layanan habis, pilih tanggal dan jam yang masih tersedia kemudian klik “lanjut”.
  2. Isi seluruh data yang diminta secara lengkap dan benar.
  3. Upload foto/ scan dokumen asli yang dibuthkan antara lain:
    – Debitur perseorangan: KTP untuk WNI dan paspor untuk WNA
    – Debitur Badan Usaha: Identitas Pengurus (KTP/ Paspor), NPWP Badan Usaha dan akta pendirian serta akta perubahan bila ada.
  4. Tunggu email dari OJK yang berisi bukti Regitrasi Antrian SLIK Online
  5. OJK akan memverifikasi data yang sudah dikirim dan hasil verifikasi akan dikirim ke email yang sudah didaftarkan paling lambat H-2 dari tanggal antrian.
  6. Apabila data yang dikirim sudah valid dan memenuhi persyaratan, ikuti instruksi email tersebut, yaitu;
    – Cetak (print) formulir pada email untuk melengkapi data dan memberikan tanda tangan sebanyak 3x
    – Foto/scan formulir yang telah ditanda tangani dan kirim ke nomor WhatsApp yang tertera pada email beserta foto selfie dengan menunjukan KTP.
    – OJK akan melakukan verifikasi lanjutan via WhatsApp dan melakukan video call apabila diperlukan.
  7. Khusus untuk Permintaan Informasi Debitur Perseorangan yang diwakili oleh ahli waris, ada dokumen tambahan yang harus diberikan pada saat verifikasi via WhatsApp, yaitu foto/ scan asli:
    – Akta/ Surat Keterangan Kematian
    – Akta/ Surat Keterangan Ahli Waris
  8. Jika data lolos verifikasi WhatsApp, OJK akan mengirimkan lewat email hasil iDeb SLIK beserta cara membacanya.

Itulah caranya mengetahui historical credit yang bisa dilakukan sebelum mengajukan KPR ataupun booking rumah. Informasi detail mengenai panduan cara pengisian juga bisa kunjungi halaman ini ojk.go.id

Kalau Blacklist Apa Bisa Pengajuan KPR?

Namun apabila hasil BI Checking ternyata kolektibilitasnya buruk, masih bisa ngga pengajuan KPR? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan apabila memiliki kolektibilitas yang buruk.

  1. Lunasi cicilan kredit atau hutang yang tertunggak.
  2. Bawa surat pelunasan dari bank, konfirmasikan ke OJK bahwa kewajiban kredit telah dituntaskan.
  3. Setelah dilunasi tentunya juga tidak bisa langsung mengajukan kredit karena data yang dilampirkan IDI Historis adalah data 24 bulan terakhir. Jadi apabila kolektibilitas sebelumnya buruk (kolektibilitas 3 sd. 5) berarti harus menunggu sampai skor kreditnya membaik.
  4. Setelah BI Checking clear, barulah bisa mulai apply KPR.

Tentu saja, artikel ini hanya bersifat informasi saja, karena kecepatan pembersihan nama dari blacklist tentunya setiap kasus berbeda-beda dan sangat tergantung dari kebijakan bank yang bersangkutan. Semoga bermanfaat..